Minggu, 12 Oktober 2014

PENGENDALIA INTERNAL SIA

Rangkuman Pengendalian Internal Dan Sistem Informasi Akuntansi
Pengendalian internal merupakan bagian integral dari system informasi akuntansi yang merupakan suatu proses yang dijalankan untuk dewan komisaris, manajemen, dan personil lain dalam perusahaan. Adapun criteria dari pengendalian internal yaitu :
  1. Keandalan  pelaporan keuangan
  2. Efektivitas dan efisiensi operasi
  3. Keputusan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
Dengan menetapkan dan menerapkan pengendaliam internal maka perusahaan mampu mencapai tujuan dan meminimalkan resiko. Sebagai hasil dari ditetapkannya pengendalian internal dalam system informasi akuntansi adalah dihasilkannya akuntansi yang berkualitas dan dapat diaudit.
Sistem pengendalian internal adalah suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujun menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhi kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.
Dari definisi di atas dapat kita lihat bahwa tujuan asanya pengendalian internal :
  1. Menjaga kekayaan organisasi
  2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi
  3. Mendorong efisiensi.
Metode  pendelegasian wewenang dan tanggung jawab meliputi :
  1. Metode pengendaliam manajemen
  2. Kebijakan dan praktik kepegawaian
  3. Pengaruh ekstern
Prosedur pengendalian yang baik secara umum terdiri dari :
  1.  Penggunaan wewenang secara tepat untuk melakukan suatu kegiatan atau transaksi
  2. Pembagian tugas
  3. Pembuatan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai
  4. Keamanan yang memadai terhadap asset dan catatan
  5. Pengecekan independen terhadap kinerja
System Informasi Akuntansi adalah kesatuan struktur-struktur dalam suatu entitas, seperti perusahaan bisnis yang memperkerjakan sumber-sumber daya fisik dan komponen-komponen lain untuk mentransformasi data ekonomi menjasi informasi akuntansi, dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan para pemakai informasi yang bervariasi.
Unsur-unsur dari system informasi antara lain :
  1. Orang-orang yang mengoperasikan system dan melaksanakan berbagai fungsi
  2. Prosedur-prosedur, baik manual maupun yang terotomatisasi yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi.
  3. Data tentang proses-proses bisnis organisasi
  4. Software yang dipakai untuk memproses data organisasi
  5. Infrastruktur teknologi informasi, termasuk computer, Peralatan pendukung dan Peralatan untuk komunikasi jaringan.
Fungsi system informasi akuntansi, yaitu melakukan pengawasan yang memadai untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan dapat dipercaya, aiktivitas bisnis yang dilaksanakan secara efisien dan sesuai dengan tujuan menajemen, serta sejalan dengan peraturan yang telah digariskan, melindungi dan menjaga aktiva organisasi termasuk data yang diberikan perusahaan
Hubungan Sistem Pengendaliam Internal dengan Sistem Informasi Akuntansi, adalah dapat memenuhi fungsinya untuk menghasilkan informasi akuntansi yang tepat waktu, relevan dan dapat dipercaya serta resiko terjadinya kekeliruan dalam pencatatan atau perhitungan dapat diminimalisasiakan sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian.

PENGENDALIAN INTERNAL DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

1. Pengertian sistem pengendalian intern
Sistem informasi akuntansi sebagai sistem yang terbuka tidak bisa dijamin sebagai suatu sistem yangbebas dari kesalahan maupun kecurangan. Pengendalian intern yang baik merupakan cara bagisuatu sistem untuk melindungi diri dari tindakan-tindakan yang merugikan. Dalam arti sempit, pengendalian internhanya dibatasi pada kegiatan pengecekan, penjumlahan, baik penjumlahan mendatar maupun penjumlahan menurun.
Pengendalian intern secara luas, diantaranya ;
a. Batasan pengendalian intern, sebagai suatu sistem pengendalian yang meliputi struktur organisasi beserta semua metode dan ukuran yang diterapkan dalam perusahaan, dengan tujuan untuk :
  1. mengamankan aktiva perusahaan
  2. mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi
  3. meningkatkan efisiensi
  4. mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi
Ringkasnya bahwa pengendalian intern tidak hanya meliputii pekerjaan pengecekan tetapi juga meliputi semua sistem kerja yang terjadi dalam perusahaan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
Dari definisi pengendalian intern yang dikemukakan tersebut diatas  dapat ditemukan beberapa konsep dasar berikut :
  • Pengendalian intern merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan tertentu, atau merupakan suatu rangkaian tindakan yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan
  • Pengendalian intern bukan hanya terdiri dari pedoman, kebijakan, formulir, namun dijalankan oleh orang dari setiap jenjang organisasi, yang mencakup dewan komisaris, manajemen dan personil lain.
  • Pengendalian intern diharapkan mampu memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan mutlak bagi manajemen dan dewan komisaris entitas. Keterbatasan yang melekat dalam semua sistem pengendalian intern dan pertimbangan manfaat serta pengorbanan dalam pencapaian tujuan pengendalian, menyebabkan pengendalian intern tidak dapat memberikan keyakinan mutlak.
  • Pengendalian intern ditujukan untuk mencapai tujuan yang saling berkaitan yaitu pelaporan keuangan, kepatuhan dan operasi.
Sistem pengendaliaan intern meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran yang diorganisasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan kehandalan data akuntansi, mendorong efisiensi untuk dipatuhinya kebijakan manajemen. Sistem pengendalian intern merupakan kebijakan, praktik, dan prosedur yang digunakan organisasi untuk mencapai empat tujuan utama :
  1. Untuk menjaga aktiva perusahaan
  2. Untuk memastikan akurasi dan dapat diandalkan catatan dan informasi akuntansi
  3. Untuk mempromosikan efisiensi operasi perusahaan
  4. Untuk mengukur kesesuaian kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen.
Berangkat dari tujuan diatas, maka sistem pengendalian intern dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu :
a) Pengendalian intern akuntansi (internal accounting control)
Pengendalian intern akuntansi meliputi persetujuan, pemisahan antara fungsi operasi, penyimpanan dan pencatatan serta pengawasan fisik atas kekayaan.
b) Pengendalian intern administrasi (internal administratife control)
Pengendalian intern administrasi meliputi peningkatan efisiensi usaha, dan mendorong dipatuhinya kebijakan pimpinan, misalnya analisis statistik, studi waktu dan gerak, program pelatihan, dan pengendalian mutu kegiatan perusahaan .
2. Karakteristik sistem pengendalian intern 
Kehandalan sistem pengendalian intern harus dilandasi dengan karakteristik dari sistem tersebut yaitu :
  • Adanya pendelegasian wewenang kepada petugas tertentu untuk menyetujui transaksi dan penetapan tugas, pengecekan kepada petugas yang lain untuk mengetahui bahwa transaksi telah disetujui oleh petugas yang berwenang.
  • Adanya penyelenggaraan akuntansi sedemikian rupa sehingga mudah di cek.
  • Adanya pendelegasian secara fisik yang tepat, termasuk penjagaan berganda terhadap aktiva yang dimiliki.
  • Adanya perifikasi secara periodik terhadap eksistensi aktiva yang dicatat.
  • Memiliki pegawai yang cakap, mempunyai kemampuan dan latihan yang cukup, sesuai dengan tingkat pertanggungjawabannya.
  • Adanya pemisahan fungsi penyimpanan aktiva dari fungsi pencatatan, dan dari pelaksanaan transaksi yang bersangkutan.
3. Pengendalian intern dalam Sistem Informasi Akuntansi Pembelian
Unsur-unsur pengendalian intern dalam siklus pembelian dirancang untuk mencapai tujuan pokok pengendalian akuntansi, yaitu menjaga kekayaan (persediaan) dan kewajiban perusahaan, menjamin ketelitian dan keandalan data akuntansi (utang, kas, persediaan). Untuk merancang unsur-unsur pengendalian akuntansi yang diterapkan dalam siklus pembelian, terdapat tiga unsur pokok yaitu :
a. Organisasi
  1. Fungsi pembelian terpisah dari fungsi penerimaan barang.
  2. Fungsi pembelian harus terpisah dengan fungsi akuntansi.
  3. Fungsi penerimaan barang harus terpisah dengan fungsi penyimpanan barang.
  4. Transaksi pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi gudang, fungsi pembelian, penerimaan barang, pencatat utang, dan fungsi akuntansi yang lain.
  5. Transaksi retur pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi pembelian, penerimaan barang, pencatat utang, fungsi akuntansi yang lain.
b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
  1. Surat permintaan pembelian otorisasi oleh fungsi gudang untuk barang digudang, atau oleh kepala fungsi yang bersangkutan untuk barang yang langsung dipakai.
  2. Surat order pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian atau pejabat yang lebih tinggi.
  3. Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan barang.
  4. Bukti kas keluar oleh kepala fungsi pencatatan utang atau pejabat  yang lebih tinggi.
  5. Memo debit untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian.
  6. Laporan pengiriman barang untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi pengiriman barang.
  7. Pencatatan terjadinya utang didasarkan atas bukti kas keluar yang didukung dengan surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok.
  8. Pencatatan berkurangnya utang karena retur pembelian didasarkan memo debit yang didukung dengan laporan pengiriman barang.
  9. Pengurangan utang di dalam arsip bukti kas keluar yang belum dibayar dan pencatatan di dalam register bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi pencatat utang.
  10. Pencatatan di dalam jurnal umum diotorisasi oleh fungsi pencatat jurnal.
c. Praktik yang sehat ;
  1. Surat permintaan pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi gudang.
  2. Surat order pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian.
  3. Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penerimaan barang.
  4. Memo debit untuk retur pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian.
  5. Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pengiriman barang.
  6. Pemasok dipilih berdasarkan jawaban penawaran harga bersaing dari berbagai pemasok.
  7. Barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan barang jika fungsi ini telah menerima tembusan surat order pembelian dari fungsi pembelian.
  8. Fungsi penerimaan barang melakukan pemeriksaan barang yang diterima dari pemasok dengan cara menghitung dan menginspeksi barang tersebut dan membandingkannya dengan tembusan surat order pembelian.
  9. Terdapat pengecekan, syarat pembelian, dan ketelitian perkalian di dalam faktur dari pemasok sebelum faktur tersebut diproses untuk dibayar.
  10. Catatan yang berfungsi sebagai buku pembantu utang secara periodik direkonsiliasi dengan rekening control utang di dalam buku besar.
  11. Pembayaran faktur dilakukan sesuai dengan syarat pembayaran guna mencegah kehilangan kesempatan untuk memperoleh potongan tunai.
  12. Bukti kas keluar beserta dokumen pendukungnya dicap “lunas” oleh fungsi pengeluaran kas setelah cek dikirimkan kepada pemasok.
4. Pengendalian akuntansi
Pengendalian akuntansi mempunyai tujuan umum yaitu untuk mengendalikan harta perusahaan. Ada dua kategori pengendalian akuntansi, yaitu :
1. Pengendalian secara umum :
Pengendalian akuntansi secara umum untuk keamanan harta perusahaan digolongkan menjadi :
a. Pengendalian organisasi, dapat terjadi apabila ada pemisahan tugas (segregation of duties) dan pemisahan tanggungjawab (segregation of responsibility) yang tegas.
b. Pengendalian dokumentasi; dokumentasi dapat mencatat tentang deskripsi, penjelasan, bagan air, daftar-daftar, cetakan hasil komputer, dan contoh-contoh objek dari sistem informasi. Dokumentasi dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu:
  1. Dokumentasi yang disimpan dibagian akuntansi yaitu dokumen dasar, dokumentasi daftar rekening dan dokumentasi prosedur manual.
  2. Dokumentasi yang ada di bagian pengolahan data yaitu dokumentasi prosedur, sistem, program operasi, dan dokumentasi data.
c. Pengendalian perangkat keras dan perangkat lunak, dirancang dalam komputer untuk mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya dalam sistem kerja.
d. Pengendalian keamanan fisik.
Pengendalian terhadap keamanan fisik perlu dilakukan untuk menjaga keamanan perangkat keras, perangkat lunak, dan personal dalam perusahaan.
Teknik untuk pengendalian keamanan fisik dapat berupa alat-alat penempatan fisik yang membantu melindungi harta perusahaan, seperti ; pengawasan terhadap pengasetan fisik, pengaturan lokasi, dan penerapan alat-alat pengamanan.
e. Pengendalian keamanan data
Menjaga integritas dan keamanan data merupakan pencegahan terhadap keamanan data yang tersimpan diluar supaya tidak hilang, rusak, dan diakses oleh pihak yang tidak berkepentingan.
2. Pengendalian Aplikasi
Pengendalian aplikasi berhubungan dengan pengoperasian akuntansi sistem komputer. Fungsi dari pengendalian aplikasi adalah untuk memberi jaminan yang cukup bahwa pencatatan, proses, dan pelaporan data sudah dilakukan dengan benar sesuai prosedural.
Pengendalian aplikasi dikategorikan sebagai berikut :
  • Pengendalian masukan, Pengendalian ini dirancang untuk mencegah atau mendeteksi kekeliruan dalam tahap masukan dalam pengolahan data. Pengendalian masukan umumnya menyangkut efisiensi, persetujuan, masukan terhormat, penandaan, pembatalan, dan lain-lain dalam proses komputer.
  • Pengendalian pemrosesan, Pengendalian ini mencakup mekanisme, standarisasi, dan lain-lain.
  • Pengendalian keluaran, Pengendalian keluaran dirancang untuk memeriksa masukan dan  pemrosesan sehingga berpengaruh terhadap keluaran secara absah dan pendistribusian keluaran secara memadai. Pengendalian ini mencakup rekonsiliasi, penyajian umur, suspensi berkas, suspensi account, audit periodik, laporan ketidaksesuaian dan lipstream resubmission.
5. Pengendalian Administrasi
pengendalian ini bertujuan mengefisiensikan operasi kegiatan dan mendorong ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan. Manajemen yang baik dapat menghindari perusahaan dari penyelewengan dan kesalahan, sehingga mampu mewujudkan tujuan dan mendukung pengendalian akuntansi perusahaan.

MODUL PEMROSESAN TRANSAKSI PADA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Transaksi keuangan adalah peristiwa ekonomi yang mempengaruhi aktiva dan ekuitas dari perusahaan, direfleksikan dalam akun-akunnya, dan diukur dalam satuan mata uang.Misalnya: penjualan barang dan jasa, pembelian persediaan, pembebanan kewajiban keuangandan penerimaan kas dari pelanggan, bias berupa peristiwa internal yaitu: penyusutan aktiva tetap , aplikasi tenaga kerja, bahan baku dan lain-lain.
Record/catatan akuntansi
Sistem manual;
Record atau catatan yang digunakan dalam sistem manual yaitu; dokumen jurnal dan buku besar.
1.Dokumen, menyediakan bukti dariperistiwa ekonomi dan digunakan untuk memulaipemprosesan transaksi. Jenis dokumen terdiri dari:
> Dokumen sumber. Peristiwa-peristiwa ekonomi menimbulkan dokumen-dokumen yang diciptakan pada awal transaksi. Dokumen sumber digunakan untuk menangkap dan memformulasi data transaksi yang diperlukan untuk memproses siklus transaksi. Misalnya: dapat dilihat pada gambar berikut ini.

> Dokumen produk adalah hasil transaksi pemprosesan, bukan dokumen yang menyebabkan dilakukannya proses. Contoh tagihan pelanggan.
> Dokumen turnaround

Dokumen ini merupakan produk dari satu sistemyang menjadi dokumen sumber dari sistem lainnya. Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa pelanggan menerima dua salinan tagihan atau laporan.bagian atas dokumen merupakan tagiahan actual dan bagian bawah adalah surat pengiriman uang.
Ketika pelanggan melakukan pembayaran, mereka memindahkan surat pengiriman uang dan mengembalikan keperusahaan bersama dengan ceknya.dokumen ini membantu dalam sistem penerimaan kas.

Jurnal merupakan catatan kronologis, dokumen merupakan sumber dari pencatatan jurnal.setiap transaksi memerlukan ayat jurnal yang terpisah, mencerminkan akun-akun yang dipengaruhi dan jumlah yang akan didebit dan dikredit. Jurnal menyimpan catatan transaksi yang diproses oleh organisasi secara lengkap .

Buku besar adalah sebuah buku akun-akun keuangan, yang mencerminkan efek-efek keuangan dari transaksi perusahaan setelah diposkan keberbagai jurnal. Sebuah buku besar menunjukkan efek kronologis dari kegiatan bisnis, buku besar menunjukkan kegiatan perjenis akun.Terdapat dua jenis buku besar yaitu:
Buku besar umum/general ledger, buku besar ini merangkumkegiatan setiap akun perusahaan atau organisasi. Dan buku besar pembantu, subsidiary ledger.
Record-recod akuntansi yang disebutkan sebelumnya menjadi jejak audit menelusuri transaksi dari dokumen sumber kelaporan keuangan.

SIKLUS SIKLUS PEMROSESAN TRANSAKSI SIA

Sistem adalah kumpulan sumberdaya yang berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Informasi adalah data yang berguna yang dioleh sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.Akuntasi, sebagai suatu sistem informasi, mengidentifikasi, mengumpulkan, dan mengkomunikasikan informasi ekonomik mengenai suatu badan usaha kepada beragam orang. Setiap organisasi menggantungkan diri pada sistem informasi untuk mempertahankan
          Jadi, Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi . Informasi inilah dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan.
          Sistem Informasi Akuntansi meliputi beragam aktivitas yang berkaitan dengan siklus-siklus pemrosesan transaksi perusahaan, yaitu :
  • Siklus pendapatan. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa ke entitas-entitas lain dan pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan.
  • Siklus pengluaran. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan.
  • Siklus produksi . Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubahan sumberdaya menjadi barang dan jasa.
  • Siklus keuangan . Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan peroleh dan manajemen dana-dana modal, termasuk kas.
  • Siklus pemrosesan transaksi terdiri dari satu atau lebih sistem aplikasi.Sistem aplikasi memproses transaksi yang saling terkait secra logis.Pada model siklus transaksi,selain keempat siklus tersebut ada siklus kelima ayitu siklus pelaporan keuangan dimana siklus ini mendapatkan data akuntansi dan data operasi dari siklus yang lain serta memproses data tersebut sedemikian rupa sehingga laporan keuangan dapat disajikan.
  • Proses Pengendalian Internal,dimana mengindikasikan tindakan yang diambil dalam suatu organisasi untuk mengatur dan mengarahkan aktivitas dalam organisasi tersebut.Salah satu tanggung jawab utama menejemen adalah stewardship.

Elemen Proses pengendalian Internal,dimana pengendalian ini merupakan satu proses yang dirancang untuk menyediakan keyakinan yang rasional atastercapainya tujuan yaitu :

  • Efektiovitas dan efisien operasi perusahaan. 
  • Reliabilitas pelaporan keuangan.
  •  Kesesuaian organisasi dengan aturan serta regulasi yang ada.

          Pengendalian internal juga menuntut adanya pencatatan yang memadai dalam upaya menjaga kekayaan perusahaan dan menganalisis pelaksanaan tanggung jawab.Konsekuensinya semua catatan harus memungkinkan adanya pengecekan antara area pertanggung jawaban.Tanggung jawab untuk satu transaksi yang berhubungan harus dibagi-bagi.

          Pemisahaan fungsi-fungsi akuntansi,dimana penting untuk memastikan bahwa tidak ada individu atau depertemen yang mengelola catatan akuntansi yang terkait dengan operasi aktivitas mereka.Satu pendekatan yang lumrah adalah mendelegasikan fungsi akuntansi ke controller dan fungsi keuangan ke tangan bendahara.
Fungsi Audit Internal,menyadari bahwa pentingnya dan kompleksnya pengendalian internal yang memadai dalam organisasi yang besar telah menyebabkan terjadinya evolusi audit internal sebagai alat pengendalian atas semua pengendalian internal yang ada dalam organisasi.Audit internal bertugas memonitor dan mengevaluasi kesesuaian dengan kebijakan dan prosedur organisasi.

Sabtu, 11 Oktober 2014

KONSEP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

DEFINISI SIA
Sebuah sistem informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya.
TUJUAN SIA
- Mendukung operasi-operasi sehari-hari
- Mendukung pengambilan keputusan manajemen
- Memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggungjawaban
KOMPONEN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
- Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut
- Prosedur-prosedur, baik manual maupun terototomatisasi yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi
- Data tentang proses-proses bisnis
- Software yang dipakai untuk memproses data organisasi
- Infrastruktur teknologi informasi
FUNGSI SIA DALAM ORGANISASI
- Mengumpulkan dan menyimpan aktivitas yang dilaksanakan disuatu organisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas tersebut dan para pelaku dalam aktivitas tersebut
- Mangubah data dalam menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen
- Menyediakan pengendalian yang memadai
AKTIVITAS DALAM RANTAI NILAI ORGANISASI
- Inbound Logistics : penerimaan, penyimpanan dan distribusi bahan-bahan masukan
- Operasi : aktivitas untuk mengubah masukan menjadi barang dan jasa
- Outbound Logistics : distribusi produk ke pelanggan
- Pemasaran dan Penjualan
- Pelayanan : Dukungan purna jual dan maintenance
AKTIVITAS PENDUKUNG ORGANISASI
- Infrastruktur Perusahaan : akuntansi, hukum, administrasi umum
- Sumber Daya Manusia : perekrutan, pengontrolan, pelatihan dan kompensasi kepada pegawai
- Teknologi : Peningkatan produk dan jasa (penelitian)
- Pembelian
RANTAI SUPLAY
- Bahan Mentah Pemasok
- Pabrik
- Distributor
- Pengecer
- Konsumen
DATA
1. Data mengarah pada fakta-fakta yang kita kumpulkan, simpan dan proses dengan sistem informasi
2. Misal untuk penjualan, data yang perlu dikumpulkan adalah:
    – Fakta mengenai kejadian-kejadian (tanggal penjualan, jumlah, dll)
    – Sumber data (identitas barang dan jasa, harga per unit, dll)
    – Para pelaku (identitas pelanggan dan penjual produk)   
INFORMASI
1. Data yang telah diatur dan diproses untuk memberikan arti
2. Karakteristik informasi yang berguna:
   – Relevan
   – Andal
   – Lengkap
   – Tepat waktu
   – Dapat dipahami
   – Dapat diverifikasi
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Langkah Pengambilan Keputusan:
    – Identifikasi Masalah
    – Pemilihan metode pemecahan masalah
    – Mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk melaksanakan model keputusan tersebut
    – Mengimplementasikan model tersebut
    – Mengevaluasi sisi positif dari tiap alternatif yang ada
    – Melaksanakan solusi terpilih

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA) MENURUT PARA AHLI

Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”
Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”
Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”
Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa:Sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”
Sedangkan menurut Romney&Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

SUMBER :
Bodnar, Goerge H. dan William S. Hopwood. 2006. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 9. Yogyakarta : ANDI.
La Midjan, dan Azhar Susanto. 2000. Sistem Informasi Akuntansi 1, Edisi Keenam : Lembaga Informasi Akuntansi.
Narko. 2007. Sistem Akuntansi, Edisi Kelima. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara.
Nugroho Widjajanto. 2001. Sistem Informasi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti : Erlangga.

Romney, Marshall B., Stembart, Paul John. Accounting Information System (8thed.). New Jersey : Prentice Hall. 2000.

Jumat, 10 Oktober 2014

MILESTONES SEBI


Tahun 1998
Shariah Economics and Banking Institute (SEBI) berdiri dibawah yayasan Bina Tsaqofah dengan akte notaris No.30/1998 yang dikeluarkan oleh Ny. Yetti Taher,SH.
Dimulai dengan membuka program pelatihan (short course) perbankan syari’ah, akuntansi syari’ah, dan manajemen kewirausahaan Islami.

Tahun 1999
Pengembangan program pelatihan (short course) perbankan syari’ah, akuntansi syari’ah dan manajemen kewirausahaan Islami.
“Membuka program profesi setara Diploma 1 dan Diploma 2 untuk program studi:
o Manajemen Perbankan Syariah
o Akuntansi Syariah

Tahun 2000
Berdirinya Sekolah Tinggi Islam dan Ekonomi SEBI (STIE SEBI).
“Membuka program setara Diploma 3 untuk program studi:
o Manajemen Perbankan Syariah
o Akuntansi Syariah
o Ekonomi Islam

Tahun 2001
“Kuliah perdana STIE SEBI Tahun Akademik 2001 – 2002 oleh DR. Umer Chapra (Peneliti Senior IRTI-IDB Jeddah Arab Saudi).
“Road Show Seminar dan Peluncuran buku “The Future of Economics in Islamic Perspective” bersama DR. Umer Chapra (BMS, BI, UI, UGM, dan Unair).

Tahun 2002
Memperoleh izin operasional dari Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) dengan SK Kopertais Wilayah I DKI Jakarta Nomor: 74 – 77 Tahun 2002 untuk program studi:
o D-3 Manajemen Perbankan Syariah dan Akuntansi Syariah
o S-1 Manajemen Perbankan Syariah dan Akuntansi Syariah
“Seminar Nasional Akuntansi Perbankan Syariah: Perkembangan Terkini dan Masa Depan bekerjasama dengan Biro Perbankan Syariah Bank Indonesia.
“Kuliah Perdana STIE SEBI tahun akademik 2002-2003 oleh: Assoc. Prof. DR. Moh. Daud Bakar dari International Islamic University of Malaysia (IIUM).
“Peluncuran Buku: “Pengharaman Bunga Bank: Rasionalkah?” Tulisan DR. M.Umer Chapra

Tahun 2004
Perpanjangan dan peningkatan Izin Operasional menjadi Izin Penyelenggaraan kepada Direktorat Jendral Bimbingan dan Kelembagaan Departemen Agama RI untuk program studi Perbankan Syariah (S-1) dan Akuntansi Syariah (S-1).
“Perubahan nama dari Sekolah Tinggi Islam dan Ekonomi SEBI (STIE SEBI) menjadi Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI).

Tahun 2005
“Keluarnya SK / Ijin Penyelenggaran untuk STEI SEBI dari Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam (Dirjen Bagais) untuk Program Studi Perbankan Syariah (S-1) dan Akuntansi Syariah (S-1).
“Stadium General : “Critical Issues on Islamic Accounting Construction in Modern Bussiness Word”, pembicara : DR. Rozaini Hanifa dan DR. Muhammad Hudhaib, Senior Lecturer Accounting Bradford University School of Management United Kingdom.
“Stadium General, “Critical Issues in Capital Market”,24 Nevember 2005, pembicara : Prof. DR. Saiful Azhar Rosly (Associate Professor International Islamic University Malaysia).
“Stadium General : DR. Abdullah Qurban Turkistani, King Abdul Azis University Jeda

Tahun 2006
“Pengiriman delegasi ke MIHE (Economic Public) Sigit Pramono, SE., Ak., MSACC.
“Pengiriman Delegasi ke Conference on How to Teach Islamic Economic di Kuala Lumpur Malaysia.

Tahun 2007
“Wisuda Sarjana dan Diploma Perdana STEI SEBI, Gedung KOPERTAIS WILAYAH I DKI JAKARTA, 30 Januari 2007.
“Perpanjangan dan peningkatan izin Direktorat Jendral Bimbingan dan Kelembagaan Departemen Agama RI dengan SK. DIRJEN BAGAIS No: DJ.I/290/2007.
“Pagelaran Gebyar Ekonomi Syariah (GES) I, Gedung MENPORA, dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga.
“Wisuda Sarjana II STEI SEBI, Taman Mini Indonesia Indah, 29 Desember 2007 dihadiri oleh Perwakilan Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia.

Tahun 2008
“Pagelaran Gebyar Ekonomi Syariah (GES) II, Gedung MENPORA dibuka oleh Direktur LPPI.
“STEI SEBI menugaskan 5 (lima) dosen untuk melanjutkan studi S-3 Program Doktor Ekonomi Syariah, 4 (empat) dosen melanjutkan studi S-2 Program Bisnis dan Keuangan Islam, 2 (dua) dosen melanjutkan S-2 Ekonomi Islam, 3 (tiga) dosen mengambil S-2 Magister Akuntansi, 1 (satu) dosen mengambil S-2 Statistik Terapan, dan 1 (satu) Pegawai melanjutkan S-2 Program Perpustakaan.
“Wisuda Sarjana III STEI SEBI, Taman Mini Indonesia Indah, 27 Desember 2008

Tahun 2009
“Pagelaran Gebyar Ekonomi Syariah (GES) III, Gedung MENPORA.
“STEI SEBI menugaskan 1 (satu) dosen untuk melanjutkan studi S-2 Program Master Ekonomi Syariah dan 1 (satu) asisten dosen untuk melanjutkan studi S-2 Program Master Ekonomi di Luar Negeri.
“Wisuda Angkatan IV STEI SEBI, Taman Mini Indonesia Indah, 16 Desember 2009 dihadiri Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia serta Wakil Ketua Komisi XI DPR RI.

Tahun 2010
“Pagelaran Gebyar Ekonomi Syariah (GES) IV, Gedung Serbaguna Bank Syariah Mandiri Pusat.
“Public Lecture “The Relationship of Islam and The West: Its Development and Future ” at Aula Kopertais, Pembicara : DR. Patrick Haenni Kerjasama STEI SEBI dengan Kedutaan Besar Prancis – CIR.
“Roundtable Discussion “Islamic Microfinance: The Success Factors is Proverty Allevation Program and Ummah’s Welfare Enhancement”, at STEI SEBI 16 Juli 2010, pembicara : Prof. DR. M. Abdul Mannan (Founder Chairman of Social Invesment Bank Ltd. Bangladesh)

Tahun 2011
• Riset “Assesment of Zakat and Its Development Potentials in Indonesia”, bekerjasama dengan United States Agency for International Development (USAID) dan Busines Growth Initiative (BGI).
• Training Guru Mandiri Syariah di Bandung dan Sukabumi, bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri.
• Program Pendidikan dan Rekrutmen Staf Mikro Syariah, bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri.
• Program Sosialisasi dan Edukasi Ekonomi Syariah kepada masyarakat, bekerjasama dengan Manajemen Qolbu TV
• Penyusunan Standar Kurikulum SMK, bekerjasama dengan Musyawarah Guru Perbankan Syariah (MGPS), Muamalat Institute, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), dan Bank Muamalat.
• Workshop Ekonomi Syariah “Merumuskan Strategi Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat & Peran Pemuda didalamnya untuk Membumikan Ekonomi Syariah di Indonesia” bekerjasama dengan WAMY INDONESIA OFFICE

STRUKTUR STEI SEBI


SEJARAH SEBI




Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI) lahir dari sebuah idealisme dan gagasan untuk menjadiz institusi yang memberikan kontribusi bagi kemaslahatan bangsa, negara, umat dan agama. Kontribusi tersebut diwujudkan dalam bentuk edukasi, sosialisasi, konsultasi, implementasi dan penyiapan sumber daya insani di bidang ekonomi dan lembaga keuangan syariah.

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI) adalah institusi pendidikan yang didirikan oleh Yayasan Bina Tsaqofah sesuai dengan Akta Notaris Ny. Yetty Taher, SH Nomor 30, tanggal 29 Oktober 1998, di Jakarta dan Akta Perubahan No.1, tanggal 7 Agustus 2000 yang dikeluarkan oleh Notaris Ny. Sri Rohani Wahyudi, SH di Jakarta.

VISI & MISI STEI SEBI

Visi

“Terdepan dalam Pengembangan Ekonomi dan Lembaga Keuangan Syariah”

Misi

Upaya untuk mencapai visi tersebut ditetapkan dalam misi yang harus dilaksanakan oleh seluruh sivitas akademika STEI SEBI yang terdiri dari:
Misi Umum
  • Menjadi pusat pendidikan dan sosialisasi ekonomi syariah dan lembaga keuangan syariah.
  • Menjadi pusat pengkajian, penelitian, dan pengembangan ekonomi syariah dan lembaga keuangan syariah.
  • Menjadi pusat informasi dan penerbitan literatur ekonomi syariah dan lembaga keuangan syariah.

Misi Khusus
  • Menyiapkan sumber daya insani yang memiliki integritas, kualitas dan kompetensi keahlian serta keterampilan yang dilandasi oleh keyakinan, sikap, moral, dan akhlak yang Islami, sehingga siap untuk menjadi unsur perubah, penggerak, dan pelaksana nilai-nilai syariah dalam aktivitas ekonomi dan keuangan.
  • Membangun sinergi dengan lembaga-lembaga keuangan syariah ke arah terbentuknya suatu jaringan kerja (networking) yang dapat berfungsi sebagai laboratorium kerja (workshop), penelitian, dan pengembangan ekonomi syariah secara umum dan lembaga keuangan syariah secara khusus.
  • Membangun sinergi dengan lembaga-lembaga pendidikan sejenis ke arah terbentuknya jaringan kerja (networking) yang dapat berfungsi sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan informasi ekonomi syariah secara umum dan lembaga keuangan syariah secara khusus.